Senin, 11 Januari 2010

Pentingnya Komputer Dalam Pembelajaran Akuntansi Ahmadi, SE Globalisasi sebagai dampak dari revolusi teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan

oleh : Ahmadi, SE

Globalisasi sebagai dampak dari revolusi teknologi informasi dan komunikasi mengakibatkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang paling cepat dirasakan adalah perubahan ekonomi dan pengetahuan. Perubahan dalam bidang ekonomi, globalisasi telah melahirkan tatanan ekonomi baru, ekonomi abad 21, ekonomi global. AFTA 2003, AFLA 2004, APEC 2010, NAFTA dan WTO merupakan kerjasama regional bidang ekonomi sebagai bentuk nyata dari ekonomi global. Menurut pakar manajemen Peter F. Drucker, yang dikutip H.A.R Tilaar, perubahan pengetahuan akibat globalisasi telah melahirkan Knowledge Society. Dalam masyarakat tersebut peran ilmu pengetahuan sangat menonjol, bukan hanya menjadi salah satu sumber ekonomi bersama-sama dengan tenaga kerja, modal dan tanah, tetapi telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi (H.A.R. Tilaar:2000). Perubahan ekonomi dan pengetahuan sebagai akibat globalisasi telah melahirkan sistim ekonomi baru, yaitu Ekonomi Berbasis Ilmu Pengetahuan (Knowledge Based Economy).

Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara dan video. (William & Sawyer :2003). Pada pengertian di atas terdapat dua komponen utama dalam teknologi informasi, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Teknologi komputer adalah teknologi yang berhubungan dengan komputer, termasuk peralatan-peralatan yang berhubungan dengan komputer. Sedangkan teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.

Dalam bidang pendidikan, para peneliti menemukan bahwa ada berbagai cara siswa dalam memproses informasi yang bersifat unik. Sebagian lebih mudah memproses informasi visual, sebagian lain lebih mudah kalau ada suara (auditorial), dan sebagian lain akan memahami dengan mudah atau lebih baik jika melakukannya dengan sentuhan/praktek (kinestetik). (Bobbi DePorter&Mike Hernacki : 1992). Efektifitas belajar sangat dipengaruhi gaya belajar dan bagaimana cara belajar belajar. Bobbi DePorter (1999) mengatakan 10% informasi diserap dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan. Bersesuian dengan hal-hal tersebut di atas komputer memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai media karena terkait dengan atau adanya kemampuan yang terkait dengan (1) video, (2) audio, (3) teks, (4) grafik dan (5) animasi seperti yang dikemukan para peneliti di atas.

Pemanfaatan Komputer dalam Pembelajaran Pemanfaatan komputer dalam pembelajaran dapat berfungsi sebagai tutor, tool dan tutee. (Taylor dalam Tamir, 1986).

1. Komputer sebagai Tool (alat) Dalam aplikasinya sebagai tool komputer biasa digunakan untuk :
  • a. kalkulasi biasa
  • b. Menyajikan informasi yang dapat diulang-ulang sesuai keperluan dan kecepatan respon siswa
  • c. Menggambar dan membuat grafik
  • d. Alat bantu mengajar, seperti demonstrasi pelajaran
  • e. Penyimpanan data yang dapat ‘dibuka’ untuk pengajaran ’pemecahan masalah’
  • f. Simulasi dan permainan
2. Komputer sebagai Tutor Sebagai tutor komputer digunakan antara lain untuk menampilkan, menjelaskan konsep dan ide. Dalam hal ini siswa berinteraksi dengan komputer yang prosesnya sebagai berikut :
  • a. komputer menampilkan suatu informasi
  • b. siswa menjawab pertanyaan atau masalah yang sesuai dengan informasi yang diberikan;
  • c. komputer mengevaluasi jawaban siswa;
  • d. komputer menentukan apakah yang harus diperbuat siswa selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi pada jawaban tersebut.
Dalam aplikasi sebagai tutor komputer dapat digunakan untuk kepentingan :
  • a. Latihan sekaligus memberikan balikan bagi siswa
  • b. Mereview pencapaian belajar
  • c. Menyelenggarakan pembelajaran remedial tentang pengetahuan dasar
  • d. Melaksanakan test, baik pilihan ganda maupun yang lain, yang hasilnya segera diketahui siswa
  • e. Pekerjaan rumah
  • f. Dialog instruksional
3. Komputer sebagai Tutee Komputer sebagai tutee digunakan oleh pengguna untuk :
  • a. Mengajar komputer
  • b. Mempelajari hal-hal yang terkait dengan komputer Pembelajaran Akuntansi Berbeda dengan mata pelajaran yang lain, akuntansi memiliki keunikan tersendiri dalam proses pembelajarannya. Ini disebabkan karena akuntansi memiliki beberapa unsur yang saling berkaitan yaitu a. Seni Keterampilan mengerjakan sesuatu atau menerapkan suatu konsep/pengetahuan yang memerlukan perasaan, intuisi, pengalaman, bakat, dan pertimbangan (judgment).
Keahlian dan pengalaman untuk memilih perlakuan terbaik dalam rangka mencapai suatu tujuan. Nilai (moral, ekonomik, dan sosial) menjadi basis pertimbangan. Akuntansi sebagai Seni : Akuntansi sebagai bidang pengetahuan keterampilan, keahlian, dan kerajinan yang menuntut praktik untuk menguasainya. Akuntansi menuntut pertimbangan (judgment) dalam penerapannya. Pertimbangan harus dituntun oleh pengalaman dan pengetahuan (profesionalisma). b. Sains Pengetahuan untuk menjelaskan dan meramalkan gejala alam dan sosial seperti apa adanya dengan metoda ilmiah. Menguji dan menetapkan kebenaran penjelasan atau pernyataan tentang suatu masalah. Bebas nilai (value-free). Karakteristik: koherensi, korespondensi, keterujian, dan keuniversalan. Akuntansi sebagai Sains : Akuntansi sebagai bidang pengetahuan yang menjelaskan fenomena akuntansi secara objektif, apa adanya, dan bebas nilai. Penjelasan dinyatakan dalam bentuk aksioma, proposisi, prinsip umum, atau hipotesis yang tidak langsung berkaitan dengan kebijakan. Pertimbangan dan penyimpulan dituntun oleh kaidah ilmiah (rules of science). c. Teknologi Seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu (produk) yang bermanfaat. Teknologi meliputi teknologi lunak. Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu masyarakat pada suatu saat untuk memecahkan masalah nyata yang dihadapinya sesuai dengan budaya dan nilai yang dianut. Perekayasaan melekat pada proses pemikiran untuk menentukan cara terbaik. Akuntansi sebagai Teknologi : Penggunaan pengetahuan ilmiah dalam suatu wilayah negara untuk menyediakan informasi keuangan dalam rangka mencapai tujuan sosial dan ekonomik. Perekayasaan pelaporan keuangan dalam suatu masyarakat (negara) dalam rangka pencapaian tujuan negara. Sehingga dalam proses pembelajaran unsur kognitif, psikomotorik dan afektif dituntut berjalan seimbang dan sinergi. Siswa hafal dan mengetahui teori akuntansi tanpa bisa mempraktekannya
akan jadi percuma. Siswa bisa mempraktekkan kegiatan pencatatan akuntansi tanpa mengetahui sebab musabab proses pencatatan juga membuat siswa hanya jadi robot tak berotak. Selanjutnya dalam praktek yang nyata siswa juga akan dihadapkan proses-proses pencatatan yang membutuhkan imajinasi dan inovasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Komputer dalam pembelajaran Akuntansi Sebenarnya sudah sejak lama komputer berperan besar dalam pembelajaran akuntansi. Sebelum kita mengenal komputer dalam bentuk seperti sekarang ini, komputer kecil dalam bentuk kalkulator yang merupakan cikal bakal komputer yang ada, sudah menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran. Proses perhitungan sederhana dalam bentuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan perhitungan prosentase sudah sering digunakan dalam menyelesaikan tugas-tugas akuntansi menggunakan kalkulator. Dengan perkembangan yang ada, komputer berkembang tidak hanya dapat melakukan proses-proses perhitungan sederhana tetapi lebih jauh komputer sudah dapat melakukan kalkulasi yang rumit dalam proses akuntansi. Sudah banyak program-program aplikasi terapan yang telah dibuat guna membantu proses pencatatan akuntansi. Awal 90-an tepatnya tahun 1988 muncul program GL yang dibuat Elex media yang cukup popular saat itu. Bahkan jadi pelajaran wajib di beberapa sekolah-sekolah bisnis terapan setara D1-D2 saat itu. Ditahun 1995 muncul program Dac Easy Accounting versi windows yang merupakan program import dimana proses-proses yang ada sudah menggunakan tampilan grafik sehingga lebih menarik. Program ini menjadi mata pelajaran wajib untuk beberapa perguruan tinggi menggantikan GL yang sudah tidak menarik lagi. Seiring dengan banyaknya keterbatasan yang disediakan Dac Easy Accounting salah satunya pembatasan jumlah angka dalam ribuan, beberapa orang mulai beralih ke program baru yaitu M.Y. O. B. Sebenarnya dalam waktu yang bersamaan, terdapat puluhan bahkan ratusan program-program akuntansi terapan yang telah beredar di Indonesia. Baik yang produk dalam negeri maupun produk-produk luar negeri. Melihat perkembangan alat bantu akuntansi yang berbasis komputer diatas mungkin diantara kita bertanya, apa kelebihan pembelajaran akuntansi menggunakan alat bantu tersebut dibandingkan dengan proses pembelajaran akuntansi klasik? Dibandingkan dengan proses pembelajaran akuntansi klasik khususnya dalam hal praktek, dimana kita membutuhkan banyak buku-buku cetakan yang berupa kumpulan soal-soal, kumpulan jurnal-jurnal khusus, buku besar dan buku pembantu lainnya. Pembelajaran dengan komputer jauh lebih sederhana dan mudah. Buku-buku cetakan yang ada sudah tersaji dalam bentuk lembar-lembar kerja yang sudah tersaji rapi didalam form-form komputer. Dari segi biaya, jelas ini sangat meringankan.
Disamping dari segi biaya, pembelajaran dengan menggunakan komputer sangat membantu siswa untuk lebih mudah memahami dan mengerjakan proses-proses pencatatan akuntansi. Dengan langkah-langkah pencatatan yang klasik, sering kesalahan perhitungan di awal hanya bisa diketahui setelah proses akhir pembuatan laporan. Hal ini terjadi umumnya bila laporan keuangan yang tersaji tidak seimbang. Belum lagi proses-proses pengelompokan rekening yang cukup menyita waktu dan tenaga. Dari pengalaman kami, satu contoh soal dalam siklus akuntansi sebuah perusahaan membutuhkan sekurang-kurangnya 4 kali pertemuan. Ini belum termasuk koreksi/penilaian yang musti dilakukan guru. Dalam hal pengayaan soal, dengan sistem klasik; kita sangat terbebani bila setiap tahun mengganti soal-soal evaluasi yang ada. Belum lagi dengan membuat kunci jawaban-kunci jawabannya. Dengan pembelajaran yang terkomputerisasi, hal tersebut bukan menjadi halangan. Hal ini terjadi karena setiap saat kita bisa membuat bermacam-macam kasus akuntansi (soal-soal akuntansi) dan secara real time dapat diketahui hasil akhir dari laporan keuangan yang kita kehendaki. Dalam situasi tertentu bila sumberdaya hardware dan software terpenuhi, komputer dapat dipergunakan untuk membantu pembelajaran akuntansi yang terintegrasi. Kita dapat membuat suatu simulasi perusahaan dengan bermacam bentuk dan tingkatan departemen. Dengan LAN (Local Area Network) komputer dapat dibuat seolah-olah mewakili departemen-departemen yang ada yang secara realtime memberikan data-data akuntansi yang simultan sehingga laporan keuangan konsolidasinya dapat diketahui. Dengan demikian kita dapat membuat siswa benar-benar berada dalam suatu situasi yang nantinya mereka hadapi dalam menerapkan akuntansi. Langkah-langkah Penyusunan Program Pembelajaran Berbantuan Komputer Pembelajaran dengan menggunakan komputer sebagai media merupakan bentuk pembelajaran terprogram, sehingga pengembangan pelu dilakukan dengan hati-hati, terencana dengan baik dan berdasarkan pada prinsip-prinsip pembelajaran. Langkah-langkah untuk mengembangkan program pembelajaran berbantuan komputer adalah sebagai berikut : 1. Perencanaan Awal Kegiatan perencanaan awal meliputi, pertama mengidentifikasi tujuan, kebutuhan, dan masalah yang muncul dalam pembelajaran Kedua, analisis karakteristik siswa yang akan menggunakan dan belajar materi yang akan dikembangkan. Ketiga, pertimbangan mengenai strategi pembelajaran 2. Menyiapkan Materi Untuk menyiapkan materi guru harus memperhatikan : (1) Menguasai materi dan Metodologi pengajaran
(2) Menguasai prosedure pengembangan media (3) Menguasai teknik pemograman komputer (4) Mengetahui keterbatasan komputer 3. Mendesain Paket Program Pembelajaran Yang perlu diperhatikan dalam mendesain paket program pembelajaran adalah untuk memperkenalkan materi baru, untuk melengkapi atau menguatkan pelajaran yang telah berlangsung dengan media lain. 4. Menvalidasi Paket Program Pembelajaran Memvalidasi paket program adalah membuktikan secara validitasnya empiris melalui uji lapangan terhadap paket program yang dikembangkan. Paket program harus diuji cobakan dengan memilih sampel yang representatif. Program pembelajaran perlu memperhatikan : (1) Kebenaran bahan ajar (2) Ketepatan antara program dengan populasi pengguna (3) Kesederhanaan program (4) Efisiensi penggunaannya (5) Reliabilitas Disadur dan disalin dari beberapa sumber yang antara lain a. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran oleh Entis Sutisna Spd; JIS Kota tangerang. b. Teori akuntansi www.suwardjono.com c. Local Area Network www.ilmukomputer.com

0 komentar:

Poskan Komentar